Menanam
merupakan hobi yang menyenangkan bagi sebagian orang. Tidak hanya wanita saja
yang menyenangi hobi menanam tanaman, namun juga banyak pria yang menyukai
kegiatan menanam.
Menanam
merupakan bentuk kecintaan kita terhadap alam, sehingga secara tidak langsung
mereka yang memiliki hobi di bidang penanaman ikut serta dalam kegiatan
pelestarian lingkungan. Istilah "Go Green, Save Earth" berarti ruang
terbuka hijau akan membantu menyelamatkan bumi yang kita tinggali.
Bagi pecinta
tanaman hias pasti sudah tidak asing lagi dengan menanam tanaman di dalam Pot Bunga. Cara ini sering digunakan bagi mereka
yang suka bercocok tanam namun tidak memiliki lahan yang cukup untuk
menyalurkan hobinya, oleh karena itu para pecinta tanaman tetap bisa
menyalurkan hobinya melalui menanam dalam pot.
Bertani tidak
harus memiliki lahan yang luas, tetapi bisa juga dilakukan di lahan yang
sempit. Penggunaan pot selain menghemat tempat, tanaman yang ditanam dalam pot
akan terlihat lebih cantik dan rapi.
Menanam bunga di
pot sangat cocok bagi kehidupan modern pada saat ini. Makin meningkatnya
pembangunan perumahan khususnya di area perkotaan, membuat kebiasaan bercocok
tanam di pot semakin digemari dari berbagai kalangan.
Tahu sendiri kan
perumahan itu lahannya sangat pas-pasan, jadi metode bertanam di pot adalah
salah satu solusi bagi yang gemar berkebun. Di artikel kali ini akan membahas
bagaimana cara menanam bunga di pot. Yuk kita simak!

Persiapkan
Alat-Alat Yang Dibutuhkan
Persiapan
mungkin perlu dilakukan sebelum melakukan proses menanam. Bagaimana mau menanam
jika peralatan yang dibutuhkan tidak ada?
Pertama
persiapkan pot (sesuaikan besar pot dengan ukuran dari tanaman), media tanam
sebagai komponen utama (tanah, bahan organik, arang, tanah kompos, pupuk
kandang, sabut kelapa, sekam padi, humus, bahan anorganik, dan lain sebagaimana
dapat disesuaikan dengan jenis tanaman), tanaman / bunga yang akan ditanam,
sekop kecil, dan air.
Peralatan harus
benar-benar disiapkan dengan benar, karena apabila kurang salah satu bahan anda
akan mengalami kerepotan nantinya. Untuk mempermudah cara menyiapkan, lebih
baik anda membuat daftar bahan yang harus disiapkan, apabila sudah ada bahannya
lalu di coret agar tidak bingung.
Proses Pengepotan
Yang Baik
Dalam proses
penanaman di sebuah pot tidak bisa sembarangan dan asal-asalan karena perlu
penanganan yang baik jika menginginkan hasil yang baik pula dan tanaman bisa
tumbuh subur. Berikut prosesnya :
Gunakan sebuah
pot yang memang sesuai dengan jenis tanaman yang akan anda tanam pada pot.
Pertimbangkan
juga dimana penempatan pot akan diletakkan agar lebih seimbang dengan suasana
dan lokasi.
Saat pemilihan
pot, pastikan juga mengenai lubang-lubang sebagai sirkulasi air sudah ada atau
belum. Lubang-lubang di bagian dasar pot ini nantinya akan berfungsi untuk
membuang air apabila kapasitas air yang diperoleh terlalu banyak sehingga
tanaman tidak terendam oleh air yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman itu
sendiri.
Masukkan media
tanam ke pot kira-kira 1/3 dari keseluruhan pot. Setelah itu anda bisa masukkan
tanaman yang anda inginkan ke pot. Pastikan tanaman berada tepat di tengah agar
terlihat lebih rapi.
Masukkan lagi
media tanam ke dalam pot untuk menutup akar dari tanaman. Pegangi tanaman
tersebut sembari anda memasukkan media tanamnya dengan sebelah tangan agar
tidak bergeser. Jangan terlalu penuh memasukkan media tanamnya agar saat
penyiraman air tidak meluber kemana-mana dan bisa terserap secara sempurna.
Sisakan space kira-kira 2 sampai 5 sentimeter.
Selesai
memasukkan media tanam, anda bisa menekan-nekan media tanam secara perlahan
agar tanaman dapat berdiri penuh.
Letakkan tanaman
pada tempat yang cukup sirkulasi udara dan pasokan matahari yang baik agar
tanaman dapat tumbuh dengan baik pula. Jangan lupa siram dengan menggunakan air
secukupnya saja. Jika terlalu berlebihan bisa membuat tanaman menjadi busuk.
Setelah semuanya
selesai bersihkan sisa tanah di bagian leher pot dan bagian luar yang kotor
karena tanah yang berserakan dan menempel pada saat memasukkan media tanam ke
dalam pot. Lakukan proses penyiraman secara teratur. Idealnya 2 kali sehari,
yakni pagi dan sore hari.





